Pilihlah Pintu Terbaik Menurutmu dan Lakukan Semua Hal Sesuai Versimu
Memasuki Bulan ke-Empat di Tahun 2K17 ini memberikan saya banyak pelajaran berharga yang membuat saya semakin bersyuku meski sedang pahit-pahitnya, Heehee. april tahun ini memang seperti babak baru dalam hidup saya.
Hidup di ibukota selama 3 tahun terakhir membuat saya banyak mengerti arti hidup yang sering dibicarakan banyak orang. lagi-lagi saya gagal lalu belajar, saya kecewa lalu memafkan, saya dicurigai tapi saya urungkan niat untuk membicarakan hal-hal seperti ini.
Awal bulan kemarin saya untuk pertama kalinya dalam hidup saya merasa menjadi orang bodoh sedunia untuk ungkapan dan perbuatan dari orang lain yang saya terima, saya dianggap bodoh, dicap tak bisa bekerja lalu dicurigai bak seorang pengkhianat besar. "salah satu kerasnya dunia" -kata ku dalam hati"
Perlakuan itu bukanlah yang pertama kali, saya memang sering dimenerima omongan-omongan yang nyeri dihati, tapi saya selalu berpikir itu akan membuat saya semakin belajar untuk mengulanhi kesalahan, tapi bisakah kalian bayangkan jika ternyata ada sesuatu hal yang sekiranya bukanlah kesalahanmu sepenuhnya lalu kau mendadak divonis bersalah dengan kodrat yang sering dipakai oleh banyak orang "Karena Kau Adalah Orang Kecil, Jadi SALAH atau TIDAK ya Tetap Salah"
Saya tidak perlu menjelaskan bagaimana perincian semua ucapan-ucapan yang berhasil membuat saya sakit hati itu, karena itu bukanlah contoh ungkapan dari seseorang yang ((katanya)) punya etika dan berpendidikan.
Setelah kejadian itu malamnya saya coba merenungi beberapa hal yang membuat saya merasa bodoh itu, lalu bertanya pada diri sendiri apakah benar saya sebodoh itu ? Jujur saya memang bukanlah orang dengan IQ tinggi, tapi juga bukanlah orang bodoh seperti kata orang tersebut, toh disekitar tempat itu masih banyak orang yang pemahaman dan cara berpikirnya jauh dibawah saya tapi masih mendapat perlakuan yang manusiawi dibandingkan yang saya terima.
Kemudian saya mencoba mencari-cari alasan yang mungkin bisa membuat saja bertahan dilingkungan itu, tapi anehnya saya tidak menemukan satu hal saja yang membuat saya harus bertahan untuk tetap tinggal.
saya tahu lingkungan itu tak akan memberikan saya sesuatu yang bisa mengembangkan, yang saya dapat hanyalah penghasil sungguh jauh dibawah kata wajar (dibawah) yang sebenarnya tidaklah akan bermasalah bagi saya jika lingkungan dan orang-orangnya masih bisa bersahabat dengan saya, karena bagi saya masalah nominal penghasilan yang saya terimaa itu bisa ditaruh diurutan kesekian meski pada dasarnya alasan bekerjan memang untuk itu.
Tanpa harus mempertimbangkan banyak hal saya memang langsung memutuskan untuk berhenti lalu pergi, dan dibelakang keputusan saya tersebut lagi-lagi saya masih merasa disudutkan, dicurigai, lalu dituduh dengan beberapa hal yang pada dasarnya bukanlah alasan saya untuk pergi. perbuatan dan sikap yang ditunjukkan lagi-lagi membuka mata saya untuk hal-hal yang sudah berlalu, lalu satu hal yang kemudian saya sesali dalam hidup adalah pernah menjadi budak dari keserakahan seseorang akan sesuatu yang seharusnya bukanlah haknya,
saya tinggalkan semua yang memang ternyata bukanlah sesuatu yang saya cari untuk kelangsungan semua mimpi saya, saya pergi untuk mencari apa yang memang sebenarnya saya mau.
Mencari apa yang sebenarnya memang saya butuhkan untuk semua mimpi-mimpi saya bukan untuk semua keinginan semata. saya tahu cerita hidup saya disana sudah memberikan saya banyak pelajaran berharga tentang bagaiman bersikap yang baik, bagaiman berhenti untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang lain, dan sabar yang sepertinya memang tidak ada batasnya. tidak saya pungkiri saya juga berterimakasih untuk orang-orang yang pernah membela saya ketika saya direndahkan saat saya tak ada, orang-orang yang tetap berani membuka mulut untuk menyalahkan tudingan-tudingan buruk tentang saya meski saya sudah tidak berada disana sekalipun, Terimakasih semuanya :)
Karena semua orang akan memilih pada waktunya untuk semua yang dia inginkan, bergerak dari zona nyaman yang pernah saya tempati ke arah lain yang mungkin lebih menantang, tapi saya yakin semua pilihan adalah baik adanya tinggal bagaimana kita bisa memperjuangkan dan mempertanggungjawabkan semuanya dengan versi terbaik dari diri kita.
Hoho bagi yang tidak mengerti sebenarnya saya sedang membicarakan apa mohon maaf, karena ini hanyalah keluh kesah yang selama satu bulan terakhir menghantui pikiran saya, dan satu-satunya tempat yang bisa saya gunakan untuk menuangkan semuanya hanyalah disini.
Jakarta, 22 Apr 2K17
With Love



Komentar
Posting Komentar