Metamorfosa Hidup : Mau Jadi Apa Kamu Nak?



Bicara masalah hidup pasti tidak akan pernah ada habisnya, saya tahu manusia seperti saya bukanlah orang yang tepat untuk bisa membahas ini.
karena apalah arti seorang saya jika harus disandingkan dengan orang-orang yang jauh lebih hebat diluar sana. Untuk itu agar tidak terkesan menggurui, yang ingin saya bicarakan disini adalah bagaimana hidup saya. 

Jika kalian sudah pernah membaca beberapa tulisan diblog ini pasti sudah tidak asing lagi dengan beberapa cerita hidup saya. Karena memang keseluruhan isinya hanya tentang bagaimana saya menjalani hidup dan bagaimana pandangan-pandangan saya tentang hidup. 
Tapi baru-baru ini saya berniat untuk memuat sebuah blog baru yang ingin saya isi dengan satu jenis cerita saya tidak seperti ini yang terkesan sangat random wkwkwk tapi untuk waktunya kapan masih dalam tahap perencanaan. 

Oke kembali lagi ke topik pembahasan tadi, bulan maret lalu saya memang memutuskan untuk berhenti bekerja ditempat yang sudah menopang hidup saya hampir 2 tahun lebih, tempatnya cukup bagus karena berada dikawasan gedung bertingkat dengan 43 unit lantainya namun siapa sangka ternyata tidak semua hal indah diluar kan sama dengan isi didalamnya. lagi-lagi peribahasa yang menyebutkan jangan nilai sebuah buku hanya dari bagian luarnya saja, saya pakai kembali untuk menggambarkan situasi ini. 

Satu-satunya alasan untuk pergi dari sana adalah hilangnya kenyamanan dan tidak mendapatkan perlakuan yang memanusiakan orang lain saya rasa cukup kuat untuk berhenti bekerja disana. lalu bagaikan gayung bersambut bersamaan dengan keputusan tersebut saya mendapat tawaran untuk bekerja disalah satu perusahaan Flatform digital yang juga sudah lumayang bagus. 

Serta point pentingnya saya mendapata tawaran pekerjaan tersebut dengan posisi yang saya pikir adalah jembatan yang akan menghantarkan saya kepada mimpi saya sejak dulu. Yaapp akhirnya saya jadi Content Writter. ini adalah masa-masa bahagia buat saya, jika diibaratkan saya baru saja jadian sama lelaki incaran yang sejak SMP sudah saya suka nah bisa dibayangkan bagaimana bahagianya. {ini sih lebat} Ha-Ha-Ha. 

Dulu setiap kali membaca sebuah tulisan atau apapun yang ada saya selalu membayangkan bahwa kelak kolom nama penulis tersebut diganti dengan nama saya, jadi kalian bisa membayangkan betapa tergila-gilanya saya jadi seorang penulis meski skill dan semua wawasan masih se-uprit saya tetap optimis bahwa seiring waktu berjalan kelak saya bisa menggenapi semua angan-angan yang dulu saya buat. 

Tapi yang namanya hidup memang tidak selalu diisi dengan hal-hal bahagia, meski dalam tawa sekalipun akan tetap ada air mata yang tanpa terasa jadi pengugur beberapa semangat yang tadinya sudah terkumpul. Ini juga yang saya rasakan akhir-akhir ini, Bersyukurnya saya punya orangtua yang selalu membebaskan saya jadi apapun juga yang saya mau selagi itu adalah pekerjaan yang tujuannya baik boleh saja. 

Mereka akan selalu sangat mengerti saya dengan segala kebiasaan saya, meski tidak diberi kabar hingga dua minggu sekalipun bapak saya tidak pernah bilang kalau saya anak durhaka atau lupa diri sangat berbeda dengan apa yang saya terima dari orang-orang diluar keluarga yang memang bukan keluarga inti saya, yang kadang tanpa sengaja selalu membuat saya tersinggung. "Sok Sibuk, sampe lupa nanya kabar orang yang notabennya saudaranya" 
ini adalah salah satu kata-kata yang sering membuat saya jatuh. Meski memang saya mungkin tergolong ornag yang terlihat cuek karena memang sangat jarang sekali mau memberi kabar dan bertanya kabar.

Tapi bukan berarti saya lantas lupa nyatanya ada beberapa hal yang memang tidak akan bisa dimengerti oleh orang lain diluar diri kita sendiri, kalau sudah begitu seringnya saya hanya diam tidak berniat membalas ucapan tersebut. tapi meski sudah berusaha dilupaka kata-kata yang bersifat menyinggung memang jadi musuh paling besar yang sulit saya lawan. 

Hingga akhirnya saya menemukan sebuah ungkapan bahwa "ADALAH MUSTAHIL SENANGKAN SEMUA PIHAK, TUHAN SAJA DIBENCI SETAN" dari sini saya belajar bahwa memang sampai kapanpun kita tak akan bisa menyenangkan semua orang, karena biar bagaimanapun akan ada pihak yang tidak suka atau tak setuju dengan segala upaya yang kita sedang lakukan. 
Melangkah meski sendiri adalah hal yang sedang saya nikmati, lelap dalam beberapa banyak tulisan dan buku-buku yang selalu jadi guru setia untuk segala sesuatu yang saya cari. 

Ini adalah moment indah dalam hidup yang saya jalani selama 22 tahun di dunia jadi apapun hal yang sekrianya bisa menjadi beban dan penghalang rasanya tidak pantas untuk dipikirkan. 
Semoga segala mimpi dan upaya yang saya jalani tidak akan pernah memberi hasil yang tidak sejalan, karena saya yakin sang empunya hidup dan semesta kan selalu mengiringin langkah kaki yang selalu berjalan bersama dengan saya. anyway ini hanya gambaran dari situasi hati yang saat ini sedang meracuni pikiran, 

Maafkan saya telah merenggut beberapa menit berharga kalian untuk membaca tulisan yang terkesan tidak berarti ini.


Withlove

Noy

Komentar

Postingan Populer