Untukmu yang (Mungkin) Sedang Kesepian
wajahmu selalu mendadak muram.
Bersedih karena malam akan datang,
atau tak sampai hati melepas siang pulang.
Kini, Gelap sudah datang,
Tapi kau masih saja memilih
sibuk dengan komputer di hadapan.
Tak bergegas bangkit seperti para pekerja lainnya
Ruang kecil dengan penerangan seadanya,
justru lebih menarik daripada kasur
empuk yang ada di rumah kontrakan yang kau tinggali.
Sudah tak ada deadline yang harus dikebut
dirimu hanya sedang ingin terlihat sibuk.
Menghindar dari sergahan penjaga gedung
lalu berdalih jika ruangan ini minta ditempati.
Kau tahu, aku ingin jadi pengeras suara,
agar bisa menghantarkan nada yang selalu membuatmu tertidur diatas meja.
Atau jadi headphone yang selalu bertengger di telingamu,
ditaruh dengan sengaja hanya karena tak ingin diganggu.
Jadi langit-langit kamar yang selalu kau pandangi setiap
kali sedih, jadi dinding yang akan kau pukuli jika hatimu
sedang merasa sepi. Jadi apa saja, yang bisa menemanimu. Setiap kali dunia mencampakkanmu.



Komentar
Posting Komentar