Menjadi Orang yang Tak Selalu Menang
Kurang lebih 10 hari lagi, saya akan jadi perempuan yang genap berusia 26 tahun. Perjalanan jauh yang sudah membawa saya pada diri saya sekarang, tentu bukanlah sesuatu yang mudah (setidaknya menurut saya). Ada banyak kerikil tajam yang sering melukai kaki, kehilangan yang masih saja menghantui diri, dan kenyataan-kenyataan lain yang juga membuat hati makin tak percaya diri. Tapi itu kadang-kadang, karena sejatinya, seiring dengan bertambahnya usia, ada beberapa hal yang membuat saya memilah-milah hal mana yang harus dijadikan sumber bahagia.
Dan wawancara Acin vokalis The Panturas di salah satu Episode tayangan youtube milik Soleh Solihun, menambah keyakinan dalam diri saya. Kalau sebenarnya, tak apa jika kita tak selalu menang. Kira-kira begini dialog mereka,
"Nggak pernah sedih dalam?" tannya Soleh
"Sedih mah pernah"
"Berarti selalu bahagia?"
"Selalu bahagia mah nggak, tapi dominan bahagia, iya"
Sekilas jawaban Acin mungkin terdengar naif, tapi pernyataan yang ia sebutkan sebelumnya barangkali bisa jadi alasan yang masuk akal. Pada pertanyaan sebelumnya, ia menyebutkan kalau dirinya selalu merasa butuh mengalah. Jawaban itu saya artikan sebagai sikap ikhlas dalam menerima berbagai macam persoalan yang mungkin ia hadapi. Tapi bukan berarti ia diam saja tak melakukan usaha apa-apa.
Sering terdiam sesaat sebelum tidur, saya kerap membayangkan jika dibandingkan kawan-kawan lain yang mungkin sudah bekerja dengan nyaman dengan gaji yang cukup lebih, lulus S2, berhasil meraih cita-citanya, dan pencapaian-pencapaian lain yang jelas membuat mereka bangga. Ternyata, betapa tidak berartinya semua hal yang saya lakukan sejauh ini? Hahahaha. Benang merah yang bisa saya tarik pada persoalan-persoalan yang kini saya rasakan dari cara Acin. Kemampuan menerima segala hal yang terjadi dalam hidupnya adalah cara untuk bisa merasa bahagia dan tak berbeban berat.
Saat ini, saya akan berusia 26 tahun, belum lulus S1, belum punya tabungan yang cukup untuk bisa dibanggakan, masih tak tahu akan jadi apa, dan hal-hal lain yang kerap membuat diri merasa rendah diri dari kawan-kawan seusia. Tapi, bukankah hidup memang tak selalu tentang "Menang?"
Maka dari itu, demi merayakan pertambahan usia ini, saya ingin menyakini tak apa jika kita kalah, tak apa jika semua yang diharapkan tak berjalan sesuai yang diinginkan, Asal kita tetap berusaha, berupaya untuk mewujudkan apa yang kita ingini, dan tak diam saja menerima apa yang terjadi. Akhir kata, kepada diri sendiri, saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mau berjuang bersama-sama sampai detik ini. Jangan bersedih karena masih belum selesai skripsi. Angkat dagumu dan lapangkan hatimu, besok pagi kita harus tanda tangan dokumen pembelian rumah baru. Walau masih harus bayar cicilan, setidaknya satu mimpi perlahan mulai bisa diwujudkan.
"Kalah di beberapa banyak hal, bukan berarti kita tak bisa menang di satu hal"



Komentar
Posting Komentar