Definisi Bahagia dan Ucapan Ulang Tahun Untuk Ibu Tercinta




Tiga tahun belakangan, banyak kejutan dan haru yang mendatangkan banyak pelajaran bagi saya. Sebab, saya belajar untuk lebih memahami apa itu arti kata bahagia. Mulai dari membaca, melihat kejadian nyata, berpikir, hingga beberapa kejadian nyata yang terjadi atas diri sendiri. 

Pertengah tahun 2015 lalu, tepatnya bulan april. Ibu saya terserang stroke ringan, dan tak bisa berjalan kurang lebih seminggu lamanya. Mendapat berita itu di pagi hari, seharian saya mendadak tak konsen bekerja. Saya menangis sejadi-jadinya, sebab banyak pikiran liar yang tiba-tiba merasuki isi kepala. 

Bayang-bayang tentang sakit yang ibu saya rasa, bayang-bayang betapa rapuhnya hatinya, dia yang tadinya jadi sosok yang selalu sigap dalam melakukan segala hal. Kini harus banyak bersabar dan duduk manis tanpa banyak bergerak. Seminggu setelah ibu stroke, saya barus bisa dapat cuti 4 hari. Lalu memutuskan pulang, untuk menjenguk beliau. 

Hari itu, yang ada dipikiran saya adalah bagaimana saya harus sampai di rumah tanpa ibu tahu. Berharap ia akan terkejut dan merasa senang, anak perempuannya yang keras kepala itu. Tiba-tiba ada di rumah untuk menemaninya beberapa hari ke depan. 4 hari di rumah, jadi momen yang membuat saya banyak berkaca pada kekuatan hati ibu saya. 

Setiap pagi dan sore, kala memandikannya ia selalu berujar bahwa "Kenapa ya Tuhan kasih mamak sakit begini? Dosa mamak apa ya?" 

Jangan tanya bagaimana respon saya, sebab jelas itu membuat hati terasa perih. 
"Mamak nggak berdosa ih, jangan bilang begitu. Semua ada masanya, mungkin Tuhan mau mamak lebih banyak istirahat" begitu saya berujar demi menyenangkan hatinya. Ditengah haru dan sedih bercampur kecewa yang sedang terasa, dua hari kemudian ibu saya bisa jalan lagi. Tangan kirinya kembali bisa digerakkan, meski tak sekuat dulu. 

Dua atau tiga kali, beliau kembali pernah mengeluhkan sakitnya. Tapi Puji Tuhan, kini beliau sudah bisa menjalani hari dengan biasa. Dengan catatan, harus check up 2 minggu sekali ke dokter dan pengobatan lainnya. 

Berangkat dari sini, suatu kali saya pernah bertandang ke rumah seorang teman. Disambut hangat oleh orangtuanya, yang sudah menganggap saya seperti anak mereka. Dipeluk, dicium dan disuruh makan sepuasnya. Lalu mendadak saya berpikir "Tuhan, kenapa saya tak seperti teman ini? Bisa tinggal dan menetap dengan orangtuanya? Pergi dan pulang kerja disambut di rumah, hingga bisa menikmati tontonan tevelisi bersama setiap kali malam tiba" 

Merasa bersalah karena telah protes pada sang empunya semesta, besoknya tarkala diri sedang mengobrol via telepon dengan ibu. Saya bercerita akan apa yang barusan saya tanyakan pada Tuhan. Saya bilang, betapa saya rindu masakan tangannya, saya bercerita betapa saya ingin pulang dan pergi bekerja dari rumah.  Saya rindu, bagaimana caranya merespon semua cerita-cerita seru semasa sekolah setiap kali saya pulang ke rumah dulu. 

Tapi perempuan hebat ini justru memberi saya jawaban monohok yang membuat saya semakin banyak bersyukur karena terlahir menjadi anaknya. 
Begini kata ibu saya "Iri dan merasa tidak bahagia bukanlah sebuah masalah, sebab keadaan bukanlah sebenar-benarnya masalah. Kamu baik-baik saja kok, akan tetapi caramu untuk membandingkan hidupmu dengan hidup oranglain adalah sumber masalah yang sebenarnya tak harus ada" 

Ah, beribu kata untuk ucapan terimakasih atas pelajaran berharga ini mungkin tak akan mampu membalas semua hal yang beliau telah berikat. Sebab saya paham, bahagia dan segala susah ternyata sudah ada porsinya. 

Hari ini, setalah satu jam berlalu ibu saya genap berusia 58 tahun. Memasuki tahun-tahun berakhirnya masa setengah abab ini beliau memang tak lagi sesehat dulu. Tapi tak satu kalipun saya pernah mendengarnya mengeluh, selama menjalani pengobatan dan menjalani hari-harinya kembali seperti biasa. 
Menjadi istri yang masih suka mengomel setiap kali bapak merokok, menjadi ibu yang selalu was-was pada semua anaknya, menjadi ibu yang selalu kepo, jalan sama siapakah anaknya perempuannya ini sekarang, dan menjadi oppung boru bagi ketujuh cucunya sekarang. 

Selamat ulang tahun ibu, semoga segala kebaikan dan hal-hal sempurna lain selalu menghampiri hidupmu. Diberikan umur panjang dan kesehatan seperti yang kamu mau. Dan selalulah jadi malaikat baik bagi semua hati milik anak-anakmu dan suamimu. 



Jakarta, 
08.06.2018, pukul : 01.00 Am






Komentar

Postingan Populer