Semoga Kita



Di halaman belakang rumah, 
kita berdua sedang 
menikmati pagi dengan santainya. 

Kau sibuk menyirami putus asamu, 
sedang aku masih berjibaku 
dengan jahitan semangatku. 

Saling topang meski sering lelah, 
kita berdua berjanji untuk 
terus berupaya. 

Di ruang tengah rumah, 
kita berdua belajar bagaimana
cara menjadi manusia. 

Kau sudah lancar berbicara, 
hanya saja kadang lelah 
jika sudah tak lagi didengar 
oleh siapa-siapa.

Sedangkan aku masih
menikmati hari dengan
sederet deadline tulisan yang
biasanya harus diselesaikan sebelum
akhir pekan.

Di teras rumah, sebelum senja
kembali ke peraduannya.
Kau bertanya, apa yang membuatku bahagia.

Aku beringsuk dari tempatku duduk
mendekatkan kepalaku ke bahumu.
Mengaitkan lenganku ke lenganmu dan
membiarkannya jatuh hingga menyentuh
jemarimu.

Tanpa bersuara, aku baru saja
memberi jawaban tentang apa yang membuatku bahagia.

Lalu tiba-tiba aku tersadar,
itu adalah bayang-bayang
yang selama ini aku harapkan
menjadi kita. 

Komentar

Postingan Populer