Perempuan Perokok di Halte Busway
Hari itu, untuk kesekian kalinya saya bertemu ia di sela pagi yang terasa sibuk sekali.
Memakai kacamata, dengan stelan baju yang hitam melulu. Ia berdiri di pojok halte transit, dekat dengan tong sampah dan sepatu boots hitam miliknya. Saya tak tahu ia siapa, dan tak pernah bertukar sapa. Namun ia jadi seseorang yang justru membuat saya bertanya. Tentang seberapa sibuk pagi yang saya punya.
Saat semua orang sibuk berlari dengan egoisnya, ia justru memilih duduk dan bersantai dengan rokok kretek miliknya. Menghisapnya pelan-pelan, dan sesekali menjatuhkan debunya tepat pada tong sampah yang ada di dekatnya.
Pernah suatu kali, saat sedang asyik memandangi dirinya. Ia tiba-tiba menolah ke arah saya, merasa sedang tertangkap basah. Saya melempar senyum ke arahnya.
Tak berselang berapa lama, ada seorang laki-laki yang sedang menyaksikan saya tersenyum ke pada perempuan di sudut halte. Untuk kemudian berkata "Jangan kaya temannya ya mba, perempuan kok merokok"
Masih tak mengerti apa yang sedang saya dengar, beberapa detik saya masih diam.
Hari itu dalam satu waktu saya belajar, bagaimana cara menikmati pagi yang lebih bermanfaat dan tak perlu mengurusi hidup orang.
Ditulis pagi hari di Halte Kuningan Barat,
[Jakarta, 25 Januari 2018] Lihat Lebih Sedikit



Komentar
Posting Komentar