Beberapa Fase Hati Yang Belum Sempat Terpublikasi Karna Tak Baik Jika harus terus Direalisasikan.



Untuk yang kesekian kalinya aku tetap bingung jika ingin memulai suatu tulisan, tapi untuk kali ini sepertinya ini tak bisa disebut sebagai tulisan sebut saja ini adalah Curhat yang selebung. Maaf jika mungkin cerita ngalur-ngidul ga jelas yang akan memenuhi timeline kalian, mungkin sudah tidak zamannya lagi untuk bercerita di blog pribadi begini, tapi aku ingin menempatkan porsi dari fungsi blog sebenarnya hehehe.

Mungkin ini akan terlihat seperti curhat yang berlebihan tapi semoga curhatan ini menjawab beberapa pertanyaan yang sering aku terima haha, siapa juga yang peduli ? dua tahun terakhir ini teman-temanku sering berkata bahawa ini adalah masa-masa nelangsa bagiku dalam masalah cinta, haha walau jujur sebenarnya dari hatiku yang paling dalam aku tidak terlalu mempermasalahkan itu, aku menikmati semuanya yang sedang ada dihadapanku, mengikuti jalur hiduap yang mungkin sudah digariskan yang mau tak mau harus aku lalui.

Kemarin satu pertanyaan yang berhasil membuatku tertawa berbahak dari seorang teman lelaki ketika aku nebeng untuk pulang bareng dari kampus, ditengah perjalan dia bercerita bahwa pacarnya adalah type wanita yang sangat protektif dan cemburuan, yah aku kenal wanita yang disebutnya pacar itu wajar jika dia masih cemburuan begitu, karna memang wanita itu masih sangat muda dengan usia yang terpaut 5 tahun dari temanku ini. dengan iseng aku coba bertanya "Trus kalau dia tau lu nganterin gue pulang ke kosan gimana ? " "haha, dia percaya gue noy, lagian kemarin gue bilang pas dia nanya pacar lu siapa gue bilangnya lu ga doyan cowok" wkwkw kami tertawa berbarengan disambut oleh riuhnya jalanan ibukota.

Entah kenapa dia bisa berpikir seperti itu, awalnya aku tidak terlalu mempermasalahkan itu tapi aku pensaran, dan kembali bertanya "Lu kenapa bisa mikir kalau gue ga doyan cowok ?" lalu dengan cepat dia menjawab "gue udah kenal lu 2 tahun terakhir dan ga pernah tau kalau lu dekat atau punya temen cowok selain anak-anak dikampus" wkwkw masuk akal sih jika dia harus berpikir kalau aku ga doyan cowok seperti katanya barusan.

Dan untuk semua yang teman yang mungkin pernah mempertanyakan hal yang sama, kali ini aku akan menjawabnya diblog ini aciiiaaa udah kaya artis mau konfrensi pers aja yak :D Memang setelah putus cinta dari lelaki teakhir sejak dua tahun belakangan, aku belum pernah menunjukkan jika sudah pernah ada beberapa hati yang mencoba mengisi kekosangan hati ini, namun entah dengan alasan apapun ada saja yang membuat semuanya seakan semakin jauh dan akhirnya semua pergi lagi, dan aku kembali menapaki hidupku sendiri lagi.

Lelaki pertama yang datang setelah putusnya cinta kemarin itu adalah berasal dari suku jawa, yang masih sangat menjungjung tinggi adat-istiada jawa tradisional. Dia adalah anak tunggal dari keluarga sederhana yang menurutku cukup harmonis diawal perkenalan kami dia tengah sibuk menyusun skripsi untuk meluluskan perkuliahan di salah satu universitas ternama di Yogya. kami berkenalan melalui media sosial, yang kebetulan dia sering membaca artikel milikku disalah satu website yang saat ini banyak digandrungi anak muda.

Permintaan pertemanannya dibarengi dengan inbox yang cukup manis menurutku "Hai, aku banyak baca artikel punya kamu. terimakasih sudah menginspirasi lewat tulisan hasil sakit hatinya". hahaha aku senyum dan langsung klik konfirm dan membalas ibox darinya "Hallo Mas, terimakasih sudah membaca artikelku setidaknya sakit hatiku bermanfaat" percakapan itupun berlanjut hingga merembet kebanyak hal, kami membahas semua hal yang mungkin menarik jadi perbincangan, hingga ke percakapan via telpon yang kadang bisa sampai larut malam.

Hingga suatu hari dibulan juli tahun lalu aku bilang jika aku ingin ke yogya, dan ini jadi kali pertamanya aku kesana dan aku masih bingung ingin kemana, dan bahagianya aku karena ternyata jadwalku ke yogya berbarengan dnegan jadwal kosong miliknya dengan begitu mungkin aku akan punya teman yang akan menjadi guide selama aku diyogya. Aku tiba diyogya dan dijemput oleh pemilik homestay tempatku akan menginap, walau sudah terbilang dekat denganku aku juga tak ingin terlalu merepotkannya, aku ingin dia tau bahwa wanita ini bisa mandiri, mencari penginapan dan mengurus semua keperluan pribadiku sendiri.

Paginya dia memintaku untuk share lokasi penginapan kepadanya, tidak lama dia sudah ada diruang tamu homestay. lelaki ini benar adalah lelaki yang ada difoto, haha karena dizaman sekarang ini banyak orang yang berkenal di media sosial kadang memalsukan semua data yang dipakai hanya untuk menarik perhatian lawan jenis di media sosial. Setidaknya dia lebih tinggi dariku, rambutnya sedikit panjang tapi belum bisa terbilang gondrong, dan yang lebih menariknya kumis tipisnya yang membuatku semakin tertarik padanya. ahahaha dari dulu aku memang suka dengan typikal lelaki sepertinya, lelaki jawa yang lembut dengan perawakan penuh tanggung jawab dan mampu melindungi wanitanya.

Waktu di yogya kami habiskan dengan menyambangi beberapa tempat, dan hingga pada suatu sore sebelum magrib kami berhenti disebuah masjid karena dia ingin menjalankan shalat maghrib, dan jarak baru itu pun dimulai ketika dia mengajakku masuk dan melakukan shalat, aku hampir lupa jika ternyata dia tak tau jika aku adalah wanita kristen, yang dari awal aku juga tak pernah mempertanyakan hal ini. Karena bagiku memeprtanyakan agama kepada seseorang adalah hal tak sopan, terlalu rasis dan kurasa tak penting juga (jika hanya ingin berteman, karena niat awalnya aku hanya ingin berteman tidak terlalu sedekat ini)

Dia sedikit bengong ketika aku menjawab ajakannya dengan menyeluarkan kalung salibku dari dalam kemeja yang kugunakan, untuk sepersekian detik dia diam dan tampak bengong namun dengan cepat tersenyum lagi dan bilang "yaudah mas masuk dulu ya dek" aku membalasnya dengan senyum dan sedikit lega karena dia masih tersenyum. Besok sorenya aku memang sengaja membatalkan satu fasilitas yang tadinya memang aku dapatkan dari homestay tempatku menginap, karena memang lelaki jawa yang tadi malam mengajakku shalat itu memintaku untuk bersedia untuk diantarkan ke statsiun sore ini, aku mengiyakannya karena takut menolaknya.

Dia tersenyum ketika aku masuk kemobil yang telah menunggu didepan gerbang homestay dan tertawa karena aku hanya membawa satu tas tenteng yang katanya lebih terlihat seperti orang 1 day 1 night trip yang nyatanya aku sudah menghabiskan 4 hari diyogya, "Aku ga suka ribet bawa banyak-banyak barang mas" lalu dia tersebut, "Itu alasannya juga mas suka, karena kamu itu orgnya ga ribet" itu adalah titik dimana aku merasakan jantungku terasa berdetak lebih cepat dari biasanya, aku mengulangi kata-kata yang barusan dia ucapkan berkali-kali dalam hati sambil sesekali menatap manis kearahnya yang sedang mneyetir. ini mungkin akan menjadi awal yang manis untuk babak baru dari cinta dalam hidupku, tapi tak bisa kupungkiri juga aku tau bahwa diantara kami juga ada batu besar yang sewaktu-waktu bisa merobohkan kami berdua atau bahkan melukai kami setiap waktu. batu besar itu bernama "Agama".

Aku tau lelaki ini adalah umat yang taat, tak pernah kulihat dia melalaikan shalatnya disetiap waktu. berbeda denganku wanita yang datang kepada Tuhan-nya jika sedang dirundung maslaah, ya aku memang hamba yang bisa dibilang tidak tau diri, jarang ke gereja bahkan tak pernah mengumpulkan perpuluhan setiap bulannya. Tapi setidaknya aku masih menjalankan doa rutin setiap hendak dan bangun tidur, atau jika mau bepergian kemanapun.

Bukan ingin terlalu berharap jika hubungan ini bisa melenggang ke zona yang lebih serius lagi. tapi setidaknya aku tidak ingin mencobai Tuhanku dan aku juga tak ingin jika dia juga akan mencobai Tuhan-nya. aku tau jika dia sudah mulai sayang padaku, setidaknya itu pengakuan yang kudengar darinya. Sudah seminggu setelah aku pulang dari yogya, tak ada yang berubah dari sikapnya masih sama seperti diawal kami kenal.

Hingga ke suatu Malam sehari setelah ulangtahunku yang ke-21 dia memberi tahu jika dia tengah berada di Jakarta, Whoaa aku sempat tidak percaya tapi buru-buru bergegas menemuinya ketika dia mengirmkan lokasi dimana dia berada sekarang, kami bertemu disebuah kafe mungil didaerah senopati. Dan tempat ini sekaligus menjadi saksi manis dari perpisahan yang cukup manis juga, Dia memintaku untuk mungkin bisa lebih serius lagi, jika memang aku menggangupi permintaanya dia akan memilih untuk mencari pekerjaan dijakarta.

Tapi aku sadar jika aku bisa saja menggangupi permintaanya untuk serius dengan hubungan ini, tapi aku juga tau jika hubungan ini tidak akan bisa serius jika salah satu dari kami tidak mengalah, Aku jelas tak akan melepaskan imanku hanya demi hamba dari Tuhan lain, (setidaknya ini alasan terkuatku) begitu juga dia takkan mungkin meninggalkan Tuhannya hanya demi wanita sepertiku. secara bergantian kami memarpakan beberapa alasan yang mungkin jadi alasan jika hubungan ini tidak bisa dilanjutkan lagi.

Aku bisa melihat rasa sedih dari binar matanya yang dari tadi mencoba meredakan kesedihanku tapi dia sendiri sedang menahan airmata. Semuanya berakhir begitu saja, dia kembali ke yogya dan menjajaki hidup barunya dengan predikat sarjana, aku kembali ke hidupku berjibaku dengan rutinitas yang masih aku jalani (Kerja,Kuliah,Kerja,Kuliah,Jalan). Aku tau JIka cinta kadang mampu menguatkan kita, sekaligus melemahkan kita. aku tak pernah menyalahkan rasa yang kupunya untuknya kemarin meski aku tau kami berbeda, satu hal yang masih tidak bisa aku terima adalah "Kenapa Tuhan Menciptakan Rasa jika masih menempatkannya diantara perbedaan " Hingga kini sesekali dia masih sering memberi kabar.

Semoga kelak dia akan menemukan wanita baik yang juga seiman dengannya. dan begitu pula denganku. Ini adalah satu dari beberapa fse hati yang sudah pernah kelewati dari putus cinta kemarin, namun memang tak pernah aku coba untuk publikasikan karena dari awal aku tau, ini semua takkan berlangsung lama. semoga ini bisa menjawab beberapa pertanyaan yang sering aku dengar, dan diblog berikutnya aku akan bercerita tentang lelaki yang ketemui ditempat yang baru,seiman, dan se-seuku namun ada saja baut yang menjadi penghalang hahaha. bukan ingin terlihat meringis untuk mencari cinta, namun hanya ingin bercerita.

Komentar

Postingan Populer